Renungan Malam 4 komentar
Saat bulan purnama datang menghampiriku,kesinyianpun datang
Pada saat itu pula aku teringat akan indahnya lekukan wajahmu
Dapat aku nayanbgkan bagaimana engkau mengatakan,
" Aku tak bisa menolak tawaranmu,,,, "
DI disitu pula aku dapat merasakan bagaimana mencintai dan dicintai
Semua terasa indah, dunia terasa milik kita berdua tak ada yang mengganggu kita
Namun ketika engkau mengatakan "tidak" hati terasa teriris,
Teriris dengan ketajaman cintamu yang yang menyakitkan
Dan disaat itu aku tahu bahwa cinta itu tidak kekal dan abadi.
Cinta itu hampa, cinta itu hanya rasa yang hinggap sejenak dihati kita.
Dan kini,,,,,,,,,
Di malam yang sunyi tiada berarti, aku sendiri terpuruk sepi
Dewi malam menatapku dengan wajah muram
Kecantikan yang tak di tunjukkan seperti baiasanya
Tiada kesan dalam hal itu, selain kusut tak berarti
Waktu berlalu dengan ke egoisannya
Dewi malam mulai tertutup dengan gumpalan awan yang pekat
Pekatnya awan melebihi gelapnya malam
Sedikit demi sedikit sang rembulanpun terkikis oleh awan pekat kelabu
Semakin lama waktu berlalu semakin gelap pula suasana hatiku
Tak kusadar hujan mengguyurku sehingga aku tersadar dari lamunanku itu
Dan aku bependapat bahwa cinta itu tak hampa,,,,,
Cinta tidak hanya pada satu orang saja
Aku tidak boleh larut dalam kesedihan terus
Cinta itu memang sulit dimengerti dan dipahami
Tapi kita hidup di dunia itu butuh cinta, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Diklat Skarf Orange 1 komentar
Jumat kemarin tepatnya taggal 10 juli aku beserta anggota SMAGAPALA lainya diberangkatkan ke gunung wlirang untuk melaksanakan diklat pengambilan skraf. Dengan perasaan suka cita kita mengawali petulangan untuk menaklukan G.Wlirang yang sebelumnya diawali dengan apel di depan sekolah. Gunung yang berada di Malang tepatnya di kab.Pandaan itu kita tempuh dengan kendaraan truk. Sungguh terbayankan bagaimana rasanya di dalam truk selama kurang lebih 3jam. Banyak anak-anak yang mabuk darat sehingga butuh kresek yang cukup banyak, rasa mual itu ditambah dengan medan yang ditempuk berkelok-kelok naik turun. Setelah tiba di perijinan aku rasakan bahwa kegiatan ini akan bermakna dalam hidupku. Kebetulan acara penaklukan itu bersamaan dengan sahabat kita adari MANPALA dan PA dari Gresik, jadi lumayan seru. Kami melangkah demi selangkah untuk menggapai puncak. "KAMI BAGAIKAN SETITIK DEBUH DI HAMPARAN PERMADANI YANG LUAS TAPI KITA TETAP BERUSAHA". Itulah semboyan organisasi kita, satu untuk semua semua umtuk satu. Sungguh kurasakan kebersamaan yang begitu erat antara kita. Rasa lelah,letih dan dahaga kita terjang demi kelangsungan hidup di gunung. Waktu mahgrib kita baru tiba di kop-kopan yaitu pos pertama. Terasa suhu yang tak biasa dikehidupanku sehari-hari dan kalap-kelip lampu terpancarkan dari bawah sana, sungguh penampakan yang tak ternilai harganya. Kami mendirikan tenda dan mengganjal perut dengan sebungkus roti, setelah itu kami tidur cepat karena rasa letih yang tak tertahankan bersarang di tubuh yang lemah ini.
Keesokan harinya semua membuat sarapan namun kelompok kita yang terdiri dari 6 orang itu tidak ada yang bisa memasak. Kita mencoba menanak nasi, namun nasi itu tak kunjung matang dan kita terpaksa sarapan dengan nasi yang setengah matang. Ketika itu baru aku rasakan nikmatnya dan berharganya makanan. Tak lama kemudian kita melanjutkan hingga ke puncak Wlirang, namun sammmmpaik pondokan kita istirahat melihat rekan kita(mb.khoyum) terkena hipotermia. Melihat matahari sudah di atas kepala, kita melanjutkan hingga kepuncak. Asap belerang sudah terlihat itu menandakan bahwa kita sudah sekat. Madan antara pondoan-puncak sangatlah terjal dan disitu banyak ditumbuhui tumbuhan pakis haji. Untuk menahan dahaga aku mengambil buah dari tumbuhan berduri tersebut, karena dipuncak tidak ada lagi sumber air mineral. Jurang demi jurang kulalui, batu dmei batu aku pijaki, sungguh berat beban yang kita panggul namun kita sadar bahwa leputusasaan adalah hal yang perlu di jauhi sejauh mungkin. Kita tiba di puncak sekitar mahgrib dan ku hirup dinginya puncak Wlirang, matahari yang tenggelam dengan nampak anggun ketika awan-awan tipis menyelimutinya. Sungguh besar kuasa pencipta alam atas segalahnya. Tampak gunug-gunung berselimut kabut yang tengah berdirih gagah melihi Bhima Sena. Terlontar takbir secar serentak mengagumi kebesaran Tuhan, tak terasa air mata mengalir di pipi. Sungguh tak terlukiskan keindahannya.......
Allahhuakbar....Allahuakbar...Allahuakbar
Aku Tahu 2 komentar
Ehm... Baruku sadari bahwa dunia itu tak sesempit daun kelor. Masih banyak hal yang belum aku ketahui. Aku harus tetap mencari dan menemukan penggalan-penggalan hidupku. Aaku tahu bahwa pngetahuanku hanyalah setitik debu di padang pasir Sahara. Aku tak ingin menyasal diakhir tua nanati, aku hanya menginginkan kepuasan pada diri sendiri dan menyampaikan kepada anak cucuku kelak. Saebentar lagi aku akan mendapatkan pengalan baru dan menyaksikan keagungan Tuhan,karena sebentar lagi aku akan menjelajahi gunung Wlirang.
Hidup Itu Berputar 1 komentar
Hidup itu memang berjuta rasa,,, namun yang aku rasakan hanyalah setetes dari samudra luas yang disajikan oleh pencipta alam dan kehidupan. Terkadang kita di atas dan terkadang kita dibawah. Namun kita harus tetap syukuri dengan apa yang kita miliki. Bila kita diatas kita tidak boleh sombong dan tetap melihat yang beradah dibawah kita, dsn apabila kita berada dibawah jangan pernah melihat yang diatas. Dan posisiku sekarang berada dibawah namun aku harus tetap syukuri dengan apa yang aku miliki untuk saat ini. Jalan kehidupan memang berputar-putar layaknya permainan yang ada pada pasar malam dulu yang seperti kurungan yang berputar. Dengan keadaan ini, memaksa aku untuk terjun kedalam dunia tarik suara jalanan. Tetapi dengan aku yang menjalani dunia tarik suara jalanan aku tetap menjalani aktivitasku sebagai pelajar. Meski waktuku harus dibagi antara sekolah dan permusikan, aku harus bisa membedakankan mana yang positif dan negatif buatku. Selain itu aku harus bisa memilih pergaulan yang bisa menariku kehal-hal yang positif. Aku tidak boleh putus asa dan harus tetap semangat, seperti apa yang pernah dikatakan oleh guruku. Srlalu berusaha dan bedoa itulah motoku. Aku tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku yang telah bekerja keras untuk membiayai hidupku. Aku turun ke dunia tarik suara jalanan karena aku ingin membantu orang tua dan juga melatih kemandirianku. Dengan demilkian aku tidak akan kaget keesokan harinya karna kutahu bahwa kehidupan ini keras melebihi bebatuhan karang. Aku ingin memaknai kehidupanku, mencari berjuta-juta pengalaman mumpung aku masih muda dan aku tak ingin menyesal dikemudian hari. Aku ingin merasakan sari pati kehidupan sedikit demi sedikit dan memasuikanya kedalam hati dan otakku
Kebersamaan 0 komentar
Hidup itu indah pabila kita tahu akan arti dari hidup itu sendiri. Hidup jangan dibikin sulit dan sumpek. Hidup jangan pernah takut mati, bila takut mati lebih baik jangan hidup. Begitu juga dengan suatu hubungan percintaan dan persahabatan. Bila kita dipertemukan itu pasti terasa sangat indah dan dibalik partemuan itu kita harus siap dengan perpisahan yang sangat menyakitkan. Dengan adanya waktu antara pertemuan dan perpisahan kita harus bisa mewarnainya dengan bunga-bunga persahabatan dan kebersamaan. Memang kita dipertemukan hanya sekejap saja. Meski sekejap kebersamaam itu sangat berarti dalam hidupku. Dan jujur,, aku rindukan kebersamaan dan suasana dimana pertama aku masuk sekolah SMA, terutama di waktu jum'at sore.
Waktu itu akan berjalan dengan sendirinya, suka duka canda tawa akan mewarnai dalam kehidupan kita. Dan itu akan menjadi kenangan terindah bila kita mengingatnya dikemudian hari. Banyak kenangan-kenangan yang kita lalui bersamama, dan kita dipisahkan oleh waktu. Tapi janganlah kau buat perpisahan menjadi akhir segalanya. Melainkan jadikanlah ini sebagai awal hubungan persahabatab yang erat dan kokoh.
Jarak bukanlah menjadi penghambat yang berarti bagi suatu persahabatan yang kokoh. Banyak perantara yang bisa kita jadikan sebagai media komunikasi untuk menjalin suatu hubungan.
memang kita hidup di dunia butuh pendamping.Dan sahabat yang baik itulah pendamping yang baik.
Pesona Pagi Hari 0 komentar
semerbak mewangi melati
di pagi yang basah
belum beranjak embun dari dedaunan
udara terasa segar dan nikmat
hidup terasa melayang di awanan
raja haripun berusaha menampakkan kejayaanya
kurasakan kenikmatan duniawi netral
pancaran mentari pagi melepaskanku dari
dari malam panjang beku
burung-burung beranjak dari kediaman
berterbangan tanpa arah tujuan
kududuki kursi malas di depan rumah
kupandangi mentari pagi kembali tertunduk pilu
oleh awan kelabu
teriakan ayam jantan
membangunkanku dari lamunan
suasana terdengar membising
udarapun mulai terasa aneh
ini adalah suatu pertanda
saatnya aku bangun dan beranjak
untuk mengawali aktivitas di pagi ini
semua terasa mengagungkan
suguh ku kagumi ciptaan-Nya
Sahabat 3 komentar
Tertasa ganjil tanpamu
Terasa enggan hati ini beranjak
Dingin hati ini tanpamu
Canda tawa kita lalui bersama
Sulit aku dapat teman seperti dirimu
Teman yang ada ketika aku butuh
Tiada lagi ucapan Assalanualaikum dan
Panggilan nona kucing
Entah..masa indah itu terulang lagi
Akankah kita selalu berada dalam naungan sepi
Mungkinkah kita tidak beranjak dari naungan kasih
Melangkahlah dan capailah mimpi-mimpimu
Kita adalah singa, bukan kambing
Sasmbutlah mentari kejayaanmu ,sobatku...